Press "Enter" to skip to content

10 Pantai Yang Masih Alami di Sulawesi Selatan

Indonesia terbentuk dari ribuan pulau-pulau. Sehingga predikat negara maritim tidak bisa dilepaskan dari negara ini. Dari sekian banyak pulau, garis pantai Indonesia pun merupakan yang terpanjang di dunia.

Tidak heran kalau, negara ini memiliki ribuan pantai yang menakjubkan. Salah satu surga pantai di Indonesia selain Bali dan Lombok adalah Sulawesi Selatan. Dari total 295 pulau kecil yang mengelilingi Sulsel ada ratusan pula pantai yang masih alami.

Saya akan memberikan kamu 10 referensi pantai yang masih alami di Sulsel. Pantai-pantai ini nyaris belum dijamah banyak orang, sehingga selayaknya kita untuk menjaga keaslian dan kebersihannya.

Berikut daftar 10 pantai yang masih alami di Sulsel:

1. Pantai Baloiya di Kepulauan Selayar

Jika bicara soal pantai, maka kabupaten Kepulauan Selayar adalah gudangnya. Kabupaten paling selatan di Sulsel ini memiliki gugusan pulau sebanyak 130 pulau, sehingga pantainya juga sangat banyak.

Salah satu yang patut dikunjungi ketika ke Selayar adalah Pantai Baloiya. Pantai ini terletak di Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu. Hanya berjarak 10 kilometer dari Kota Benteng, Selayar.

Pulau ini juga masih satu gugusan dalam Taman Nasional Takabonerate. Untuk mendatangi tempat ini memang memakan waktu yang cukup lama. Jika berangkat dari Kota Makassar masih membutuhkan jalan darat selama 4 jam dan naik kapal ferry untuk menyebrang di Pelabuhan Bira.

Meski aksesnya yang sulit, namun keindahan pantai akan membuat hati tentram. Pantai ini dipenuhi pasir putih dengan satu pulau kecil di bibir pantai. Di tempat ini sangat tepat untuk menikmati sunset dan sunrise.

2. Pantai Pabadilang di Kepulauan Selayar

Masih di Kepulauan Selayar, satu lagi pantai yang masih alami dan terjaga kelestariannya adalah Pantai Pabadilang. Pantai dengan air super jernih ini juga menjadi lokasi menyelam paling asik.

Pantai Pabadilang sungguh-sungguh surga bagi pencinta alam. Keindahan yang ditawarkan tidak akan membuat kita menyesal telah mengunjunginya. Walau letaknya yang jauh, namun sensasi yang disajikan memang luar biasa.

Pantai ini terletak di Dusun Je’ne Kikki, Desa Bungaiyya, Kecamatan Bontomatene Kabupaten Selayar sekitar 5km dari Pelabuhan Pamatata dan 45 km dari Kota Benteng Selayar. Pa’badilang dalam bahasa Selayar dapat diartikan sebagai tempat berperang.

3. Pantai Lemo di Luwu Timur

Di bagian utara Sulsel juga menyimpan banyak pantai yang indah. Salah satunya Pantai Lemo di daerah Wotu, Kabupaten Luwu Timur, sebelah barat Malili, Sulawesi Selatan.

Pantai ini menjadi salah satu pantai yang tepat untuk bersantai. Karena selain deburan ombak yang akan menemani, juga mata akan dimanjakan dengan jejeran pohon kelapa yang sangat damai.

Meski pasirnya bukan pasir putih, namun keindahan pantai ini tidak kalah menakjubkan. Apalagi di tengah-tengah pantai ada dermaga yang panjang dan asik untuk bersantai.

Pantai Lemo telah menjadi destinasi wisatawan baik domestik dan mancanegara. Walau jakarnya cukup jauh dari Kota Makassar, namun suasananya tidak akan membuat kita ingin cepat kembali. Untuk mencapai tempat ini dibutuhkan waktu kurang lebih 8 jam perjalan darat dari Makassar.

4. Pantai Ide di Sorowako

Berbeda dengan pantai kebanyakan, Pantai Ide tidak berasal dari sumber air asin. Pantai ini adalah pantai air tawar yang berasal dari Danau Matano, danau terbesar di Sulsel.

Dinamakan Pantai Ide, karena tempat ini sering dijadikan orang-orang untuk mencari ide. Dengan suasana yang tenang dan nyaman, pantai ini memang enak untuk mencari inspirasi.

Letaknya masih di Luwu Timur dan berada tidak jauh dari perusahaan tambang paling besar di Sulsel, yakni PT Vale Indonesia (dulu PT Inco). Tempat ini terbilang prestisius, karena menjadi lokasi liburan pejabat-pejabat PT Vale.

5. Pantai Barombong di Makassar

Pantai Barombong di Kota Makassar baru beberapa tahun belakangan mulai dijadikan destinasi wisata. Pantai yang terletak di Kecamatan Tamalate, Makassar ini adalah salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan sunset.

Daya tarik pantai yang berjarak ± 12 km (40 menit) dari pusat kota ini terutama adalah pemandian alam dan olahraga airnya.

Di akhir pekan, pantainya yang memiliki pasir hitam ini jadi primadona untuk dikunjungi. Daerah ini juga merupakan daerah perkampungan nelayan terbesar di Makassar.

Maka tidak heran kalau tempat ini juga dipenuhi oleh tempat kuliner hasil laut terbesar. Jadi, tidak ada salahnya kalau ke Makassar menikmati ikan bakar di Pantai Barombong sambil menikmati sunset yang sempurna di tempat ini.

6. Pantai Apparalang di Bulukumba

Selain Pantai Bira yang cukup terkenal di Kabupaten Bulukumba, ada pula Pantai Apparalang yang indahnya bukan main. Sepintas pantai ini mirip gugusan pulau-pulau di Raja Ampat Papua. Namun ini, bukan di Papua, ini di Bulukumba.

Pantai Apparalang terletak tidak jauh dari Pantai Bira. Hanya saja, pantai ini benar-benar tersembunyi. Pengunjung harus melalui jalur yang cukup menantang baru bisa mencapai lokasi ini.

Pantai ini terletak di Desa Ara Kecamatan Bontobahari, Bulukumba. Karena pantai ini baru dibuka secara umum, maka di tempat ini belum ditemukan penginapan. Meski begitu, sejumlah penduduk yang membuka gasebo dan menjajakan jualan sudah ada.

Pantai ini memang berbeda dengan pantai lainnya di Sulsel, kita tidak akan menemukan pasir di tempat ini, karena bibir pantai berupa karang akan langsung bersentuhan dengan air. Jadi hati-hati jika ingin berenang di tempat ini.

7. Pantai Ujung di Bulukumba

Masih di Bulukumba. Lokasi Pantai Ujung juga tidak begitu jauh dari Pantai Apparalang. Disebut Pantai ujung karena terletak di bagian ujung sepanjang bibir pantai Bagian timur Bulukumba, atau jajaran pinggir pantai Appalarang.

Pantai ini memberikan Suasana ombak yang berbeda dari yang lain, bukan Karena kencang ombak dari arah angin Timur, namun keindahan batu karang di bawahnya adalah surga yang hanya ada di pantai ini.

Selain itu jika beruntung dengan cuaca yang cerah, wisatawan juga bisa secara langsung melihat gugusan pulau sembilan yang berada di wilayah perairan kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

8. Pantai Marina di Bantaeng

Pantai Marina adalah tempat yang paling nyaman untuk menikmati sunset di bagian Selatan Kabupaten Bantaeng. Tempat ini masih asli, meski pemerintah setempat telah menambahkan sejumlah fasilitas di dalamnya.

Pantai yang terletak di Dusun Korong Batu, Desa Baruga ,Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng ini menjadi pintu masuk untuk menikmati pantai-pantai di Kabupaten Bulukumba.

Fasilitas yang lengkap dengan standar dunia memang menjadikan Pantai Marina sebagai destinasi wisata yang patut dikunjungi. Desain dan suasana yang disajikan di Pantai ini memang berbeda dengan suasana pantai lainnya di Sulawesi Selatan.

9. Pantai Munte di Bulukumba

Pantai ini juga dikenal dengan sebutan Pantai Lemo-lemo. Mungkin inilah pantai yang betul-betul terjaga keasriannya di Bulukumba. Bagaimana tidak, di tempat ini kita masih bisa menemukan monyet hutan berkeliaran.

Pantai ini sangat cocok untuk berwisata alam sambil camp. Karena sepanjang bibir pantai yang berpasir putih dan halus, juga diselimuti oleh hutan yang rindang. Monyet-monyet liar banyak berkeliaran di tempat ini.

Meski cantik, sayangnya pantai ini masih jarang di kunjungi, karena pantai ini dianggap angker oleh masyarakat sekitar. Di tempat ini memang terdapat satu sumur tua yang berusia ratusan tahun dan pekuburan di pintu masuknya.

Pantai ini terletak di Tanahberu. Di jalan poros menuju Pantai Bira, ada jalanan kecil di sebelah kanan yang menuju ke bagian dalam. Di tempat ini juga bisa ditemukan gua tua sumber mata air penduduk setempat.

10. Pantai Kasuso di Bulukumba

Lagi-lagi di Kabupaten Bulukumba. Letak Pantai kasuso tidak jauh dari Pantai Tanjung Bira. Kita bisa belok kiri sebelum mencapai Bira jika ingin ke tempat ini.

Walau menyimpan keindahan yang luar biasa, Pantai ini belum se terkenal pantai-pantai lainnya. Itu karena, pantai ini belum dibuka secara umum sebagai destinasi wisata.

Walau begitu, sudah tidak sedikit orang yang sudah mendatangi pantai yang dibibirnya terdapat monumen batu. Warga setempat menyebut batu itu sebagai Batu Taha atau batu yang tertahan.

Perkampungan di pantai Kasuso juga disebut sebagai kampung perempuan, karena penduduknya lebih banyak perempuannya ketimbang lelakinya.

Sebenarnya ada masih banyak lagi pantai di Sulsel yang masih terjaga keaslian dan keindahannya. Meski masih alami, jangan berpikir untuk merusak dan mengotorinya. Mulailah menjaga alam dengan tidak membuang sampah di sana.