Press "Enter" to skip to content

Film dan Profesi Jurnalis

Kim Barker berteriak kaget, seseorang memegang pantatnya dari belakang. Ia marah dan memaki lelaki tersebut sambil berkata “apa kalian tidak punya ibu di rumah?.” Wajar saja ia marah. Selain seorang perempuan, kala itu ia tengah asik melaporkan berita di depan kamera.

Tahu sendiri rasanya, saat asik-asiknya bicara di depan kamera lalu seseorang menganggu. Sama seperti seseorang lagi marah-marahnya tapi malah dianggap lelucon oleh orang lain. Saya tahu rasanya seperti apa. Tak ada enak-enaknya sama sekali.

Kim yang diperankan Tina Fey merupakan seorang reporter asal Amerika yang ditugaskan ke Afghanistan dan Pakistan. Penggalan cerita di atas tergambar lugas dalam film Whiskey Tango Foxtrot (2016). Film yang bercerita tentang kisah hidup Kim Barker dengan sedikit bumbu komedi.

Bicara tentang film dan kaitannya dengan jurnalis, ada sangat banyak judul cerita yang keren. Salah satu yang menurut saya luar biasa selain Spotlight (2015), adalah The Bang Bang Club (2010), Truth (2015), Shattered Glass (2003) dan Good Night, And Good Luck (2005).

Sebenarnya, masih sangat banyak film berlatar belakang jurnalis yang tak kalah kerennya. Ada yang bercampur komedi seperti Whiskey Tango Foxtrot dengan sudut pandang perempuan, hingga bertaburan ketegangan seperti Kill the Messenger (2014).

Kisah jurnalis di balik perang dan sejarah patut pula dimasukkan dalam list. Gernika (2016) menurut saya menarik dengan latar belakang perang dunia kedua. Film ini menceritakan tentang kota bernama Guernica di Spayol yang luluh lantah dalam semalam. Dimana kala itu ada sekolompok jurnalis yang terjebak di dalamnya.

Film adaptasi lukisan maestro Pablo Picasso ini penuh darah, meski bagi saya lebih menarik dan menantang menyaksikan Balibo (2009). Dengan latar belakang ketegangan di Timor Timur (Timor Leste sekarang), Balibo sukses membuat merah wajah petinggi militer Indonesia.

Cerita tentang jurnalis dalam balutan film memang tak ada habisanya. Film investigasi seperti All the President’s Men (1976) dan Zodiac (2007) menambah daftar panjang bagaimana likaliku satu laporan dari balik meja redaksi.

Mereka sama-sama berniat membongkar kasus besar. Meski sejauh ini baru Spotlight yang mengundang decak kagum seluruh dunia. Investigasi The Boston Globe tentang praktik pelecehan seksual di Gereja Katolik itu bahkan pulang membawa piala Oscar sebagai film terbaik tahun 2016.

Kisah kelam dan bunuh diri saat siarang langsung di sebuah stasiun televisi di Amerika tahun 1974 juga telah dibuat film. Judulnya Christine (2016). Inilah praktik bunuh diri paling dramatis yang pernah ada. Sekaligus kisah kelam dunia jurnalistik.

Dari sekian banyak deretan film yang menceritakan jurnalis, tahun ini sutradara Steven Spielberg kembali menelurkan cerita serupa. Film berjudul The Post (2017) ini diprediksi banyak orang meneruskan kesuksesan Spotlight.

Saya belum menyaksikan film yang menyandikan Tom Hanks dan Meryl Streep dalam satu film tersebut. Namun melihat latar belakang cerita tentang kisah The Washington Post yang menyajikan laporan investigasi tentang Pentagon Papers. Membuat film ini layak tonton.

Nama besar yang terlibat dalam film itu, membuat banyak media yang menjagokan The Post untuk nominasi Oscar tahun depan. Tapi tunggu dulu, tahun ini ada sangat banyak film keren. Beberapa yang sudah saya tonton yakni Dunkirk, Get Out, Stronger, Detroit, mother! dan Victoria and Abdul. Semuanya berlatar kisah nyata.

Saya bahkan sangat mengapresiasi akting Jake Gyllenhaal dalam film Stronger yang luar biasa keren. Salah satu aktor yang saya jagokan dapat pemeran utama terbaik. Tapi sekali lagi, ada sangat banyak film menarik tahun ini. Bahkan ceritanya sungguh beragam.

Namun, bagi saya film tentang jurnalis jadi tontonan wajib jika ingin belajar lebih dalam tentang jurnalistik. Ada banyak pelajaran dari sana. Bagaimana seorang jurnalis dihadapkan pada pilihan sulit, menolong orang atau mengabadikan momen seperti di The Bang Bang Club. Atau harus berjuang dari ancaman pembunuhan seperti di film Kill the Messenger.

Semua film sejatinya mengandung makna sendiri-sendiri. Juga kadang jadi alat propaganda. Tapi sebaiknya mengambil hikmah. Bahwa dalam situasi tertentu, jurnalis tetap bekerja dengan sudut pandang dari misinya masing-masing. Ini keren dan harusnya jadi pelajaran di situasi anomali informasi saat ini.

Maka selain membaca, menontonlah!